WORKSHOP REVIEW DAN FINALISASI KURIKULUM DOKTOR EKONOMI SYARIAH

S3 Ekonomi SyariahPerkuat Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) melalui Workshop Kurikulum

Yogyakarta, 20 Agustus 2026 — Program Studi Doktor Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Review dan Finalisasi Kurikulum Doktor Prodi S3 Ekonomi Syariah pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–16.30 WIB di Ruang Rapat Lantai 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menjadi bagian penting dalam upaya melakukan penyempurnaan dan penguatan kurikulum Program Studi Doktor Ekonomi Syariah agar semakin relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan masyarakat, dunia akademik, serta tuntutan pendidikan tinggi yang berkualitas.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Dra. Reni Rosari, M.B.A. dari Universitas Gadjah Mada dan Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D. dari Universitas Islam Indonesia. Workshop berfokus pada empat agenda utama, yaitu review kurikulum doktor, finalisasi struktur kurikulum, penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan profil lulusan, serta penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Dibuka dengan Sambutan Dekan FEBI

Workshop diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA.

Dalam sambutannya, Prof. Misnen menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum pada jenjang doktor merupakan bagian strategis dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan pendidikan tinggi. Kurikulum doktor tidak hanya diarahkan untuk memastikan ketercapaian kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang memiliki kapasitas keilmuan yang kuat, kemampuan riset yang mendalam, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan ekonomi dan sosial.

Menurutnya, Program Studi Doktor Ekonomi Syariah perlu memiliki kurikulum yang mampu mencerminkan karakter keilmuan ekonomi syariah sekaligus responsif terhadap perkembangan ekonomi nasional dan global. Oleh karena itu, proses review dan finalisasi kurikulum menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa setiap mata kuliah, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, dan profil lulusan memiliki keterkaitan yang jelas dan terukur.

“Kurikulum pada program doktor harus mampu memberikan arah yang jelas terhadap proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan keilmuan. Karena itu, kita perlu memastikan adanya keterkaitan yang kuat antara profil lulusan, CPL, struktur kurikulum, hingga outcome yang dihasilkan,” demikian substansi arahan yang disampaikan dalam sambutan pembukaan.

Lebih lanjut, Prof. Misnen menekankan pentingnya penerapan Outcome-Based Education (OBE) dalam pengembangan kurikulum. Pendekatan tersebut menempatkan capaian lulusan sebagai orientasi utama dalam proses pendidikan, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diarahkan pada kemampuan dan kompetensi yang benar-benar dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Dekan FEBI juga berharap workshop tersebut dapat menghasilkan rumusan kurikulum yang lebih terstruktur, adaptif, dan memiliki daya saing, sekaligus memperkuat posisi Program Studi Doktor Ekonomi Syariah dalam pengembangan keilmuan ekonomi syariah di tingkat nasional maupun internasional.

Setelah sambutan dan pembukaan oleh Dekan FEBI, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh kedua narasumber.

Prof. Dr. Dra. Reni Rosari Bahas Review dan Penguatan Struktur Kurikulum Berbasis OBE

Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Dra. Reni Rosari, M.B.A. dari Universitas Gadjah Mada. Dalam pemaparannya, Prof. Reni mengulas pentingnya melakukan review kurikulum secara menyeluruh dengan memastikan adanya keterkaitan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, mata kuliah, proses pembelajaran, hingga asesmen.

Kurikulum program doktor, menurutnya, perlu dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik pendidikan pada level doktor yang menitikberatkan pada penguasaan keilmuan, kemampuan menghasilkan pengetahuan baru, kemampuan melakukan penelitian secara mandiri, serta kontribusi terhadap perkembangan disiplin ilmu.

Dalam konteks Outcome-Based Education (OBE), penyusunan kurikulum perlu dimulai dari rumusan outcome yang ingin dicapai. Dengan demikian, setiap mata kuliah yang terdapat dalam struktur kurikulum harus memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian kompetensi lulusan.

Prof. Reni juga memberikan perhatian pada pentingnya keselarasan antara profil lulusan dan CPL. Profil lulusan harus menggambarkan karakter dan kompetensi utama yang diharapkan dimiliki lulusan Program Studi Doktor Ekonomi Syariah, sementara CPL menjadi indikator yang lebih terukur untuk memastikan kompetensi tersebut dapat dicapai melalui proses pendidikan.

Selain itu, pembahasan juga diarahkan pada evaluasi struktur kurikulum agar tidak terjadi tumpang tindih materi antarmata kuliah serta memastikan distribusi pembelajaran mendukung proses pengembangan kompetensi mahasiswa secara bertahap dan berkesinambungan.

Prof. Jaka Sriyana Perkuat Arah Keilmuan Doktor Ekonomi Syariah

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D. dari Universitas Islam Indonesia. Pemaparan diarahkan pada penguatan substansi dan arah pengembangan kurikulum Program Studi Doktor Ekonomi Syariah agar memiliki karakter akademik yang kuat serta mampu menjawab perkembangan ekonomi dan kebutuhan keilmuan di masa mendatang.

Prof. Jaka menekankan bahwa pendidikan doktor harus memiliki orientasi yang kuat pada pengembangan ilmu pengetahuan dan riset. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memberikan ruang yang memadai bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, metodologis, serta menghasilkan penelitian yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan teori maupun pemecahan persoalan ekonomi di masyarakat.

Dalam konteks Ekonomi Syariah, penguatan kurikulum juga perlu tetap mempertahankan identitas dan kekhasan keilmuan ekonomi syariah, sekaligus membuka ruang terhadap perkembangan isu-isu ekonomi kontemporer. Integrasi antara nilai-nilai syariah, teori ekonomi, perkembangan kebijakan, serta dinamika ekonomi nasional dan global menjadi bagian penting dalam membangun karakter keilmuan pada jenjang doktor.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi mampu berkontribusi sebagai akademisi, peneliti, pengembang kebijakan, maupun profesional yang memiliki kepakaran di bidang ekonomi syariah.

Melalui pemaparan tersebut, peserta workshop mendapatkan perspektif mengenai bagaimana kurikulum doktor dapat diarahkan agar memiliki kedalaman keilmuan, relevansi, keterukuran capaian, serta daya saing akademik, termasuk dalam mendukung pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah.

Diskusi dan Finalisasi Kurikulum

Setelah pemaparan dari kedua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pembahasan bersama. Forum menjadi ruang bagi pengelola program studi dan pihak terkait untuk mengevaluasi berbagai komponen kurikulum yang telah disusun.

Pembahasan mencakup penyelarasan profil lulusan, CPL, struktur mata kuliah, bahan kajian, serta keterkaitan setiap mata kuliah dengan capaian pembelajaran. Selain itu, dilakukan pula penguatan terhadap implementasi OBE agar kurikulum yang disusun tidak hanya memenuhi aspek administratif dan regulatif, tetapi benar-benar memiliki keterkaitan antara proses pembelajaran dan outcome lulusan.

Workshop ini juga menjadi momentum untuk memperoleh masukan akademik dari para narasumber dalam rangka menghasilkan kurikulum Program Studi Doktor Ekonomi Syariah yang lebih komprehensif, relevan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Penutup

Kegiatan Workshop Review dan Finalisasi Kurikulum Doktor Prodi S3 Ekonomi Syariah ditutup setelah seluruh agenda pembahasan dan diskusi selesai dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, Program Studi Doktor Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang semakin kuat secara akademik, memiliki karakter keilmuan ekonomi syariah yang jelas, serta selaras dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE).

Finalisasi kurikulum tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu penyelenggaraan pendidikan doktor sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, kemampuan riset, integritas akademik, dan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi syariah di tingkat nasional maupun global.